1. Kegiatan
pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi yang berjiwa
kewirausahawan dan mempunyai kecakapan hidup,oleh sebab itu kurikulum harus
memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik dalam memasuki dunia
kerja.hal inii sangatlah penting bagi siwa yang sekolah di sekolah kejuruan
yang mana tidak berniat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan bagi mereka
yang melanjutkan.
Sebenarnya kurikulum di Indonesia sudah
menjawab tantangan tersebut,dan juga telah mengunakan kurikulum sesuai dengan
kurikulum yang berlaku,tetapi sedikit banyak nya para lulusan sekolah ataupun
perguruan tinggi banyak yang kurang mengikuti perkembangan iptek yang semakin hari
semakin maju dan berkembang.
Oleh sebab itu pendidikan harus mengantisipasi
dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan,dimana pengetahuan,teknologi,dan
seni sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.Pendidikan harus terus
menerus menuruti perkembangan iptek,sehingga tetap relevan dan konstekstual
dengan perubahaan.Oleh karena itu,kurikulum harus dikembangakan secara berkala
dan berkesenambungan sejalan dengan perkembangan iptek.
Sumber
: putu sudira
2. Konsep pengembangan kurikulum sesungguhnya
adalah suatu adalah suatu kurikulum yang bertujuan untuk memperoleh suatu
kurikulum yang lebih baik dalam rangka mencapai tujuan tertentu,yakni perubahan
perilaku para siswa.
Bagi guru-guru yang tidak senada dengan
kegiatan-kegiatan dalam langkah-langkah pembaruan kurikulum dan banyak yang
menentang pendekatan pembahasan kurikulum secara klasikal,mungkin perlu juga
dipertimbangkan beberapa alas an dari sikap guru yang semacam itu.
·
Model Perkembangan Tyler
Berdasarkan 4
persoalan asasi :
·
Apakah tujuan pendidikan yang
perlu dicapai oleh sekolah?
·
Apakah pengalaman pendidikan yang
boleh diberikan yang mungkindapat mencapai tujuan tersebut ?
·
Bagaimanakah pengalaman
pendidikan ini boleh disusun secara berkesan?
·
Bagaimanakah dapat kita tentukan
sama ada tujuan ini boleh dicapai atausebaliknya?
Penekanan pada pembentukan objektif tingkah laku sebagai
tujuan sebenar pendidikan bukanlah untuk guru melakukan sesuatu aktiviti
tetapi untuk membawa perubahan signifikandalam pola tingkah laku murid. Adalah
penting untuk mengenal pasti bahawa sebarang pernyataan objektif sekolah
adalah merupakan pernyataan perubahan yang berlaku dikalanganmuridAdalah
sistematik dan memberi panduan yang kukuh untuk menentukan objektif tingkahlaku
dan menyediakan hasilan yang jelas supaya kandungan kurikulum dan kaedah penyampaian dapat disusun dan hasilannya boleh
dinilai.
·
Model Perkembangan Taba
Kurikulumsebagai rancangan
untuk bertindak Pendekatan bawah keatas (bottoms-up) terhadap
Kurikulumdi mana guru memainkan peranan utama. Peraturan tertentu untuk
membinakurikulum
dan guru harus membantu
dalam proses perkembanganny
·
Model Perkembangan Stenhouse
Kurikulumsebagai satu
proses Kurikulumbukan berbentuk fizikal tetapi berkaitan dengan interaksi
guru, murid dan ilmu.Kurikulum adalah perkara sebenar yang
berlaku dalam bilik darjah dan dilakukan olehseseorang untuk membuat persediaan
dan penilaian. Proses yang aktif dan dihubungkaitkandengan set penaakulan
praktikal AristotleCubaan penyampaian prinsip-prinsip dan ciri-
Jika
dilihat dari berbagai pendekatan pengembangan kurikulum dapat di lihat sepeti
berikut :
a) Pendekatan
berdasarkan meteri
Perencanaan dan
pengembangan kurikulum berdasarkan materi,inilah yang mula-mula
dilaksanakan.inti dari proses belajar mengajar ditentukan oleh pemilhan materi
yang tepat diberikan guru kepada siswa.Yang bertujuan untuk :
·
Bahan yang di ajarkan
Untuk berhasil
mengetahui berhasil tidaknya proses
belajar diukur dengan seberapa jauh siswa dapat menguasai bahan yang diberikan
guru.jadi seorang guru haruslah mengunakan
bahan yang akan di ajarkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku,agar
siswa menerima pelajaran tersebut sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
·
Untuk mengetahui hasil
dari dari apa yang telah di ajarkan
Caranya
yaitu dengan melaksanakan evaluasi
dengan cara berbagai macam evaluasi ,agar hasil belajar dapat baik maka
diperlukan :
Ø Cara
mengajar yang baik sesuai dengan kurikulum yang berlaku
Ø Cara
pengorganisasian bahan pengajaran
Ø Buku
sumber yang relevan
Ø Pengunaan
media atau alat tegnologi hendaknya di sesuaikan dengan factor-faktor yang
lain.
Ø Semua
kegiatan tersebut harus mengarah ketujuan pendidikan
b) Pendekatan
berdasarkan tujuan
Penyusunan
kurikulum dengan pendekatan berdasarkan tujuan,artinya bahwa tujuan pendidikan
di cantumkan terlebih dahulu.apakah tujuan dari pendidikan itu sendiri.dengan
mengetahui tujuan tersebut seorang guru akan tau kenapa kurikulum tersebut selalu
di perbarui setiap perkembanganya.
c) Pendekatan
Interdisipliner
Banyak
usaha yang telah dilakukan selama ini untuk medobrak tembok pemisah yang di
buat-buat antara berbagai-bagai mata pelajaran ataun disiplin ilmu yang
terdapat dalam pendekatan bidang studi.Masalah-masalah dalm kehidupan tidak
hanya melibatkan satu disiplin,akan tetapi memerlukan berbagai ilmu secara
interdisipliner.
d) Pendekatan
Rekontruksionisme
Pendekatan
ini disebut Rekontruksi sosial karena
menfokuskan kurikulum kepada masa;lah-masalah penting yang di hadapi dalam
masyarakat.seperti kemiskinan,malapetaka akibat kemajuan teknologi,keadilan
sosial ,hak asasi manusia dan lain-lain.dalam pendekatan ini terdapat dua
kelompok utama yang
Sangat berbeda
pandanganya tentang kurikulum yaitu :
·
Rekontruksionisme
konservatif
Aliran
ini mengiginkan agar pendidikan ditujukan pada peningkatan mutu kehidupan
individu maupun masyarakat dengan mencari penyelesaian masalah-masalah yang
paling mendesak yang di hadapi masyarakat.Peran guru disni ialah sebagaim orang
yang menganjurkan pperubahan mendorong siswa menjadi partisipan aktif dalm
proses perbaikan masyarakat.
·
Rekontruksionisme
radikal
Pendekatan
ini berpendapat bahawa negara mengadakan pembangunan dengan merugikan
rakyat kecil yang miskin yang merupakan
mayoritas masyarakat.golongan radikal ini menganjurkan agar pendidik formal mayang
maupun non-formal mengabdikan diri demi tercpainya orde sosial baru berdasarkan
pembagian kekuasaan dan kekayaan yang
lebih adil dan merata.
Mereka
berpendapat bahwa kurikulum yang sekedar
mencari pemecahan masalah sosial tidak memadai,masalah sosial justru merupakan
indicator adanya masalah lain yang lebih mendalam mengenai sturuktur
masyarakat.
e) Pendekatan
humanistic
Kurikulum
ini berpusat pada siswa,jadi “student-centered”,dan mengutamakan perkembangan
efektif siswa sebagai prasyarat dan sebagai bagian dari proses belajar.para
pendidik humanistic yakin bahwa kesejahtraan mental dan emosional siswa harus
dipandang sentral dalam kurikulum,agar belajar itu memberi hasil yang
maksimal,oleh karena itu seorang guru harus bisa menerima pembaruan kurikulum dan
bisa melaksanakanya dengan baik demi tercapainya tujuan yang di inginkan.
Sumber
: Dakir.2010.perencanaan dan pengembangan kurikulum.jakarta :Rineka Cipta
Hamalik,oemar.1990.evaluasi
kurikulum.Bandung :PT Remaja Rosdakarya
3. Enam
kosep kurikulum
a. Kurikulum
sebagai tujuan
Kurikulum
merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan.Berarti segenap aktivitas
–aktivitas pendidikan yang di jalankan diarhkan pada pencapain tujuan
tesebut.tujuan yang telah dirumuskan merupakan hasil tinjauan dan penyerapan
aspirasi masyarakat terhadap pendidikan,dalam arti keinginan masyarakat
terhadap pendidikan akan tercermin dari tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dan
segenap komponen pendidikan akan mengarah pada tujuan tersebut.Hal yang sangat
substansial dari konsep kurikulum sebagai tujuan adalah ketercapaian tujuan
dalam pendidikan menjadi focus utamanya.
b. Kurikulum
sebagai bahan ajar
Kurikulum
merupakan sejumlah kumpulan materi/isi pelajaran yang akan di berikan kepada
siswa/peserta didik.Materi-materi yang akan di berikan tersusun secara
sistematis dan disampaikan oleh guru.Konsep kurikulum sebagai bahan ajar
merupakan konsep kurikulum yang sudah tua karena telah ada sejak zaman yunani
kuno.Walaupun sudah tua,konsep ini masih saja dipakai sampai sekarang,karena
konsep ini lahir dan berkembangnya di pengaruhi oleh teori pendidikan klasik.
Jadi
konsep kurikulum sebagai bahan ajar adalah konsep yang berorientasi pada
isi.hal yang paling substansial dari konsep kurikulum merupakan kumpulan
isi/materi/bahan ajar yang yang harus disampaikan kepada sisiwa.
c. Kurikulum
sebagai pengalaman belajar
Kurikulum
menciptakan situasi-situasi belajar yang lebih kongkrit kepada peserta didik
dengan sejumlah materi dan stratgi yang dirancang,sehingga siswa dapat
mengalami,merasakan setiap tahapan pendidikan secara lebih nyata.
Zaiz
yang merujuk pendapat Krug mentakan bahwa ‘kurikulum sebagai pengalaman
pengalaman belajar merupakan tujuan sekolah menyiapkan siswa dengan memberkan peluang-peluang untuk
menyukai dan senang belajar.
Konsep
kurikulum sebagai pengalaman belajar dipengaruhi oleh teori pendidikan pribadi
yang menganggap bahwa anak yang di lahirkan telah memiliki potensi berupa
berpikir,berbuat,memecahkan masalah,belajar dan mengembangkan diri.
Sedangkan
pendidikan berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang berkembangnya
potensi itu.jadi kurikulum sebagai pengalaman belajar adalah kurikulum
merupakan proses belajar mengajar di samping mentransfer ilmu dan materi,juga
mentrasfer nilai-nilai pendidikan sehingga siswa memperoleh sejumlah pengalaman
denganya.
d. Kurikulum
sebagai rencana pendidikan atau pengajaran
Kurikulum
adalah sejumlah aktivitas-aktivitas yang tersusun secara tertrukstur untuk di
implementasikan .Kurikulum sebagai rencana,dapat didibaratkan sebagai scenario
yang telah ditulis oleh sutradara dan harus dmainkan oleh pelaku-pelaku yng
telah ditunjuk sesuai dengan arahan scenario tersebut.
Sebagai
rencana,kurikulum harus disusun secara kompreensif dan matang agar pada saat pengimplementasianya
dapat dilakukan sesuai dengan rencana.
Trump
dan Miler menyatakan konsep kurikulum sebagai rencana termasuk di dalamnya
metode mengajar ,cara mengevaluasi murid,sekolah dan program ,tenaga pengaar
,bimbingan dan penyuluhan supervise ,administrasi dan hal-hal struktual
mengenai waktu,jumlah ruangan ,serta kemungkinan memilih mata pelajaran.
Hal yang paling
substansional dari kurikulum sebagai rencana pendidikan /pengajaran adalah
kurikulum merupakan sekumpulan rencana-rencana pengajaran yang tertuang dalam
dokumen tertlis.
e. Kurikulum
sebagai bidang studi dan teori
Kurikulum
adalah sebuah ilmu yang merupakan hasil temuan ilmiah dari ahli tempo
dulu.sebagai ilmu,maka kurikulum akan selalu mengalami perkembangan menuju
tahap kesempurnaan ,karena tidak ada yang kekal dari ilmu selain perubahan yang
selalu ada dan mutlak terjadi.
Hal
yang paling substansial dari konsep kurikulum sebagai bidang studi/teori adalah
konsep keilmuanyakurikulum sebagai bidang ilmu yag di akui dan terus mengalami
perkembangan.
f. Kurikulum
sebagai sitem
Kurikulum
adalah bahagian dari subsistem dari keseluruhan sistem sekolah.Sebagai sub
sistem maka kurikulum terdiri atas beberapa unsure di dalamnya yang terdiri
atas prosedur dan pengembangan kurikulum,susunan personalia ,perancang dan
pengembang kurikulum,implementasi kurikulum,evaluasi dan penyempurnaan
kurikulum
.Dalam
lingkungan yang lebih luas kurikulum juga bahagian dari sistem pendidikan dan
sitem pendidikan merupakan bagian dari sistem hidup.
Setiap
sitem yang terdiri atas subsistem adalah satu kesatuan yang memiliki hubungan
dan tidak bisa terpisah satu dengan yang lain dan masing-masingnya akan saling
bersinergis demi keutuhan sistem tersebut.Hal yang palin subsitansial dari
kurikulum sebagai sistem adalah kurikulum merupakan kesatuan yang utuh dan
terintegrasi dari sitem yang ada di sekolah.
Sumber
: Rrino.2012.konsep pengembangan kurikulum.padang : unp press
4. Berikut penjelasan tentang 4 model konsep kurikulum
di atas:
1)
Kurikulum Subjek Akademis
Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua, sejak sekolah yang pertama berdiri, kurikulumnya mirip dengan
tipe ini sampai sekarang, walaupun telah berkembang tipe-tipe lain, umumnya sekolah tidak dapat melepaskan tipe ini.Kurikulum ini sangat praktis, mudah disusun, mudah digabungkan dengan tipelainnya
Kurikulum subjek akademis ini
merupakan kurikulum yang mengutamakan isi (subject matter). Kurikulum ini
berisikan kumpulan bahan ajar dan rencana pembelajaran. Target utama dari
kurikulum ini adalah penguasaan materi yang sebanyak-banyaknya.
Kurikulum subjek akademik secara
konsep lahir dari teori pendidikan klasikyang berorientasi pada masa,lalu
dimana pengetahuan yang diberikan oleh guru adalah pengetahuan masa lalu yang
harus dikuasai siswa dan guru adalah sangat dominan sebagai pemberi pengetahuan
itu.Kurikulum ini sangat kental dengan nuansa intelektual ,maka sangat
menekankan pada materi yang disampaikan dengan nama materi yang hamper sama
dengan nama mata pelajaran atau disiplin ilmunya.
Dalam perkembanganya,kurikulum
subjek akademik tidak semata hanya hanya menyampaikan materi saja,akan tetapi
juga mempehatikan proses sehingga
pembelajaran dapat berlansumg sesuai dengan harapan dan tujuan.
2) Kurikulum Humanistik
Kurikulum humanistik merupakan
kurikulum yang mengutamakan proses belajar mengajar. Kurikulum dikembangkan
berdasarkan kebutuhan peserta didik. Peran guru sangat besar dalam memberikan
suasana belajar yang nyaman kepada peserta didiknya. Target utama dari
kurikulum ini adalah mengembangkan peserta didik menjadi pribadi yang mandiri.
Kurikulum humanistic ini muncul di
ilhami oleh konsepn aliran pendidikan pribadi oleh Jhon Dewey dan J.J Roessseau
yang berasumsi bahwa siswa adalah pertama dan uama dalam pendidikan karena
mereka memiliki kemampuan ,potensi,dan kekuatan untuk berkembang.kelompok yang
mendukung konsep kurikulum humanistic ini dinamakan juga dengan kelompok
humanis atau aitran humanis dimana mereka sangat concern dengan isu-isu kemanusiaan dalam aktivitas
pendidikan.
Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik, tujuan, metode,organisasi isi,dan evaluasi.kurikulum befungsi menyediakan pengalaman pengetahuan berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi murid.Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan
pribadi yang dinamisyang
diarahkan pada pertumBuhan, integritas, dan otonori siswa. kepribadian, sikapyang sehat terhadap diri sendiri, orang lain, dan belaja yang akan Semua itumerupakan
bagian dari cita-cita perkembangan manusia yan orang lain teraktualisasi(self
actualizing person). Seseorang yang mengakutalisasikan diri adalah orang yangtelah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek
pribadinya baik aspek
kognitif, estetika, maupun moral
3) Kurikulum Rekonstruksi Sosial
Kurikulum rekonstruksi sosial
merupakan kurikulum yang bertujuan mempersiapkan peserta didik agar dapat
menghadapi tantangan dalam dunia kerja. Kurikulum ini menuntut sekolah untuk
dapat mengembangkan kehidupan sosial siswa dan bagaimana siswa dapat bergabung
atau berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Neil menekankan bahwa kurikulum
rekontruksi social berorientasikan pada pemechan masalah dalam berbagai aspek
kehidupan manusia ,maka dalam hal ini pesrta didik yang telah memiliki sejumlah
konsep dan pengetahuan di tentang untuk mampu menyelesaikan masalah itu baik
dalam bentuk kontribusi idea tau sebagai actor yang terlibat secara lansung
dalam penyelesainya.
Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan, ancaman, hambatan-hambatan atau gangguan-gangguan yang dihadapi manusia-Tantangan-tantangan tersebut merupakan bidang garapan studi sosial, yang perlu
didekat dari bidang-bidang lain sepertiekonomi. Sosiologi pgikologi, estetika,
bahkan pengetahuan alam.
4) Kurikulum Tekhnologis
Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. Aliran ini
menekankan isi kurikulum tetapidiarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan
kompetensi.
Suatu
kompetensi yang
diuraikan menjadi kompetensi
yanglebih sempit/khusus dan
akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati ataudiukur.
Ciri kurikulum teknologi :
·
Tujuan.
Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensiyang dirumuskandalam bentuk perilaku. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensidirinci menjadi tujuan-tujuan khusus, yang disebut objektif atau tujuaninstruksional. Objektif ini menggambarkan perilaku, perbuatan atau kecakapan-keterampilan
yang dapat diamati atau diukur.
·
Metode.
Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandangsebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan danapabila terjadi respons yang diharapkan maka respons
tersebut diperkuat. Tujuan-tujuan pengajaran
telah ditentukan sebelumnya
Pengajaran bersifat individual,tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya, dan majusesuai
dengan kecepatan masing-masing. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yangharus dikerjakan secara kelompok. Setiap siswa
harus menguasai secara tuntastujuan-tujuan program pengajaran. Pelaksanaan
pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai beriku
Kurikulum
tekhnologis ini merupakan kurikulum yang menggabungkan antara ilmu pengetahuan
dengan tekhnologi (dalam artian positif). Dengan maksud agar proses
pembelajaran disekolah dapat lebih efektif dan efisien dengan dukungan
tekhnologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar