Rabu, 12 Desember 2012

Telaah Kurikulum

1.      Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi yang berjiwa kewirausahawan dan mempunyai kecakapan hidup,oleh sebab itu kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik dalam memasuki dunia kerja.hal inii sangatlah penting bagi siwa yang sekolah di sekolah kejuruan yang mana tidak berniat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan bagi mereka yang melanjutkan.
Sebenarnya kurikulum di Indonesia sudah menjawab tantangan tersebut,dan juga telah mengunakan kurikulum sesuai dengan kurikulum yang berlaku,tetapi sedikit banyak nya para lulusan sekolah ataupun perguruan tinggi banyak yang kurang mengikuti perkembangan iptek yang semakin hari semakin maju dan berkembang.
Oleh sebab itu pendidikan harus mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan,dimana pengetahuan,teknologi,dan seni sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.Pendidikan harus terus menerus menuruti perkembangan iptek,sehingga tetap relevan dan konstekstual dengan perubahaan.Oleh karena itu,kurikulum harus dikembangakan secara berkala dan berkesenambungan sejalan dengan perkembangan iptek.

Sumber : putu sudira

2.       Konsep pengembangan kurikulum sesungguhnya adalah suatu adalah suatu kurikulum yang bertujuan untuk memperoleh suatu kurikulum yang lebih baik dalam rangka mencapai tujuan tertentu,yakni perubahan perilaku para siswa.
Bagi guru-guru yang tidak senada dengan kegiatan-kegiatan dalam langkah-langkah pembaruan kurikulum dan banyak yang menentang pendekatan pembahasan kurikulum secara klasikal,mungkin perlu juga dipertimbangkan beberapa alas an dari sikap guru yang  semacam itu.
·         Model Perkembangan Tyler
Berdasarkan 4 persoalan asasi :

·         Apakah tujuan pendidikan yang perlu dicapai oleh sekolah?
·         Apakah pengalaman pendidikan yang boleh diberikan yang mungkindapat mencapai tujuan tersebut ?
·         Bagaimanakah pengalaman pendidikan ini boleh disusun secara berkesan?
·         Bagaimanakah dapat kita tentukan sama ada tujuan ini boleh dicapai atausebaliknya?
Penekanan pada pembentukan objektif tingkah laku sebagai tujuan sebenar pendidikan bukanlah untuk guru melakukan sesuatu aktiviti tetapi untuk membawa perubahan signifikandalam pola tingkah laku murid. Adalah penting untuk mengenal pasti bahawa sebarang pernyataan objektif sekolah adalah merupakan pernyataan perubahan yang berlaku dikalanganmuridAdalah sistematik dan memberi panduan yang kukuh untuk menentukan objektif tingkahlaku dan menyediakan hasilan yang jelas supaya kandungan kurikulum dan kaedah penyampaian dapat disusun dan hasilannya boleh dinilai. 
·         Model Perkembangan Taba
 Kurikulumsebagai rancangan untuk bertindak Pendekatan bawah keatas (bottoms-up) terhadap
Kurikulumdi mana guru memainkan peranan utama. Peraturan tertentu untuk membinakurikulum
dan guru harus membantu dalam proses perkembanganny
 
·         Model Perkembangan Stenhouse
 Kurikulumsebagai satu proses Kurikulumbukan berbentuk fizikal tetapi berkaitan dengan interaksi guru, murid dan ilmu.Kurikulum adalah perkara sebenar yang berlaku dalam bilik darjah dan dilakukan olehseseorang untuk membuat persediaan dan penilaian. Proses yang aktif dan dihubungkaitkandengan set penaakulan praktikal AristotleCubaan penyampaian prinsip-prinsip dan ciri-
Jika dilihat dari berbagai pendekatan pengembangan kurikulum dapat di lihat sepeti berikut :

a)      Pendekatan berdasarkan meteri
Perencanaan dan pengembangan kurikulum berdasarkan materi,inilah yang mula-mula dilaksanakan.inti dari proses belajar mengajar ditentukan oleh pemilhan materi yang tepat diberikan guru kepada siswa.Yang bertujuan untuk :
·         Bahan yang di ajarkan
Untuk berhasil mengetahui  berhasil tidaknya proses belajar diukur dengan seberapa jauh siswa dapat menguasai bahan yang diberikan guru.jadi seorang guru haruslah mengunakan  bahan yang akan di ajarkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku,agar siswa menerima pelajaran tersebut sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
·         Untuk mengetahui hasil dari dari apa yang telah di ajarkan
Caranya yaitu dengan melaksanakan evaluasi  dengan cara berbagai macam evaluasi ,agar hasil belajar dapat baik maka diperlukan :
Ø  Cara mengajar yang baik sesuai dengan kurikulum yang berlaku
Ø  Cara pengorganisasian bahan pengajaran
Ø  Buku sumber yang relevan
Ø  Pengunaan media atau alat tegnologi hendaknya di sesuaikan dengan factor-faktor yang lain.
Ø  Semua kegiatan tersebut harus mengarah ketujuan pendidikan

b)      Pendekatan berdasarkan tujuan
Penyusunan kurikulum dengan pendekatan berdasarkan tujuan,artinya bahwa tujuan pendidikan di cantumkan terlebih dahulu.apakah tujuan dari pendidikan itu sendiri.dengan mengetahui tujuan tersebut seorang guru akan tau kenapa kurikulum tersebut selalu di perbarui setiap perkembanganya.
c)      Pendekatan Interdisipliner
Banyak usaha yang telah dilakukan selama ini untuk medobrak tembok pemisah yang di buat-buat antara berbagai-bagai mata pelajaran ataun disiplin ilmu yang terdapat dalam pendekatan bidang studi.Masalah-masalah dalm kehidupan tidak hanya melibatkan satu disiplin,akan tetapi memerlukan berbagai ilmu secara interdisipliner.
d)     Pendekatan Rekontruksionisme
Pendekatan ini disebut  Rekontruksi sosial karena menfokuskan kurikulum kepada masa;lah-masalah penting yang di hadapi dalam masyarakat.seperti kemiskinan,malapetaka akibat kemajuan teknologi,keadilan sosial ,hak asasi manusia dan lain-lain.dalam pendekatan ini terdapat dua kelompok utama yang
Sangat berbeda pandanganya tentang kurikulum yaitu :
·         Rekontruksionisme konservatif
Aliran ini mengiginkan agar pendidikan ditujukan pada peningkatan mutu kehidupan individu maupun masyarakat dengan mencari penyelesaian masalah-masalah yang paling mendesak yang di hadapi masyarakat.Peran guru disni ialah sebagaim orang yang menganjurkan pperubahan mendorong siswa menjadi partisipan aktif dalm proses perbaikan masyarakat.
·         Rekontruksionisme radikal
Pendekatan ini berpendapat bahawa negara mengadakan pembangunan dengan merugikan rakyat  kecil yang miskin yang merupakan mayoritas masyarakat.golongan radikal ini menganjurkan agar pendidik formal mayang maupun non-formal mengabdikan diri demi tercpainya orde sosial baru berdasarkan pembagian kekuasaan dan kekayaan yang  lebih adil dan merata.
Mereka berpendapat bahwa kurikulum  yang sekedar mencari pemecahan masalah sosial tidak memadai,masalah sosial justru merupakan indicator adanya masalah lain yang lebih mendalam mengenai sturuktur masyarakat.
e)      Pendekatan humanistic
Kurikulum ini berpusat pada siswa,jadi “student-centered”,dan mengutamakan perkembangan efektif siswa sebagai prasyarat dan sebagai bagian dari proses belajar.para pendidik humanistic yakin bahwa kesejahtraan mental dan emosional siswa harus dipandang sentral dalam kurikulum,agar belajar itu memberi hasil yang maksimal,oleh karena itu seorang guru harus bisa menerima pembaruan kurikulum dan bisa melaksanakanya dengan baik demi tercapainya tujuan yang di inginkan.
Sumber : Dakir.2010.perencanaan dan pengembangan kurikulum.jakarta :Rineka Cipta
                Hamalik,oemar.1990.evaluasi kurikulum.Bandung :PT Remaja Rosdakarya


3.      Enam kosep kurikulum
a.       Kurikulum sebagai tujuan
Kurikulum merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan.Berarti segenap aktivitas –aktivitas pendidikan yang di jalankan diarhkan pada pencapain tujuan tesebut.tujuan yang telah dirumuskan merupakan hasil tinjauan dan penyerapan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan,dalam arti keinginan masyarakat terhadap pendidikan akan tercermin dari tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dan segenap komponen pendidikan akan mengarah pada tujuan tersebut.Hal yang sangat substansial dari konsep kurikulum sebagai tujuan adalah ketercapaian tujuan dalam pendidikan menjadi focus utamanya.
b.      Kurikulum sebagai bahan ajar
Kurikulum merupakan sejumlah kumpulan materi/isi pelajaran yang akan di berikan kepada siswa/peserta didik.Materi-materi yang akan di berikan tersusun secara sistematis dan disampaikan oleh guru.Konsep kurikulum sebagai bahan ajar merupakan konsep kurikulum yang sudah tua karena telah ada sejak zaman yunani kuno.Walaupun sudah tua,konsep ini masih saja dipakai sampai sekarang,karena konsep ini lahir dan berkembangnya di pengaruhi oleh teori pendidikan klasik.
Jadi konsep kurikulum sebagai bahan ajar adalah konsep yang berorientasi pada isi.hal yang paling substansial dari konsep kurikulum merupakan kumpulan isi/materi/bahan ajar yang yang harus disampaikan kepada sisiwa.


c.       Kurikulum sebagai pengalaman belajar
Kurikulum menciptakan situasi-situasi belajar yang lebih kongkrit kepada peserta didik dengan sejumlah materi dan stratgi yang dirancang,sehingga siswa dapat mengalami,merasakan setiap tahapan pendidikan secara lebih nyata.
Zaiz yang merujuk pendapat Krug mentakan bahwa ‘kurikulum sebagai pengalaman pengalaman belajar merupakan tujuan sekolah menyiapkan siswa  dengan memberkan peluang-peluang untuk menyukai dan senang belajar.
Konsep kurikulum sebagai pengalaman belajar dipengaruhi oleh teori pendidikan pribadi yang menganggap bahwa anak yang di lahirkan telah memiliki potensi berupa berpikir,berbuat,memecahkan masalah,belajar dan mengembangkan diri.
Sedangkan pendidikan berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang berkembangnya potensi itu.jadi kurikulum sebagai pengalaman belajar adalah kurikulum merupakan proses belajar mengajar di samping mentransfer ilmu dan materi,juga mentrasfer nilai-nilai pendidikan sehingga siswa memperoleh sejumlah pengalaman denganya.
d.      Kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran
Kurikulum adalah sejumlah aktivitas-aktivitas yang tersusun secara tertrukstur untuk di implementasikan .Kurikulum sebagai rencana,dapat didibaratkan sebagai scenario yang telah ditulis oleh sutradara dan harus dmainkan oleh pelaku-pelaku yng telah ditunjuk sesuai dengan arahan scenario tersebut.
Sebagai rencana,kurikulum harus disusun secara kompreensif dan matang agar pada saat pengimplementasianya dapat dilakukan sesuai dengan rencana.
Trump dan Miler menyatakan konsep kurikulum sebagai rencana termasuk di dalamnya metode mengajar ,cara mengevaluasi murid,sekolah dan program ,tenaga pengaar ,bimbingan dan penyuluhan supervise ,administrasi dan hal-hal struktual mengenai waktu,jumlah ruangan ,serta kemungkinan memilih mata pelajaran.
Hal yang paling substansional dari kurikulum sebagai rencana pendidikan /pengajaran adalah kurikulum merupakan sekumpulan rencana-rencana pengajaran yang tertuang dalam dokumen tertlis.

e.       Kurikulum sebagai bidang studi dan teori
Kurikulum adalah sebuah ilmu yang merupakan hasil temuan ilmiah dari ahli tempo dulu.sebagai ilmu,maka kurikulum akan selalu mengalami perkembangan menuju tahap kesempurnaan ,karena tidak ada yang kekal dari ilmu selain perubahan yang selalu ada dan mutlak terjadi.
Hal yang paling substansial dari konsep kurikulum sebagai bidang studi/teori adalah konsep keilmuanyakurikulum sebagai bidang ilmu yag di akui dan terus mengalami perkembangan.
f.       Kurikulum sebagai sitem
Kurikulum adalah bahagian dari subsistem dari keseluruhan sistem sekolah.Sebagai sub sistem maka kurikulum terdiri atas beberapa unsure di dalamnya yang terdiri atas prosedur dan pengembangan kurikulum,susunan personalia ,perancang dan pengembang kurikulum,implementasi kurikulum,evaluasi dan penyempurnaan kurikulum
.Dalam lingkungan yang lebih luas kurikulum juga bahagian dari sistem pendidikan dan sitem pendidikan merupakan bagian dari sistem hidup.
Setiap sitem yang terdiri atas subsistem adalah satu kesatuan yang memiliki hubungan dan tidak bisa terpisah satu dengan yang lain dan masing-masingnya akan saling bersinergis demi keutuhan sistem tersebut.Hal yang palin subsitansial dari kurikulum sebagai sistem adalah kurikulum merupakan kesatuan yang utuh dan terintegrasi dari sitem yang ada di sekolah.

Sumber : Rrino.2012.konsep pengembangan kurikulum.padang : unp press
           
4.      Berikut  penjelasan tentang 4 model konsep kurikulum di atas:
1)   Kurikulum Subjek Akademis
Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua, sejak sekolah yang pertama berdiri, kurikulumnya mirip dengan tipe ini sampai sekarang, walaupun telah berkembang tipe-tipe lain, umumnya sekolah tidak dapat melepaskan tipe ini.Kurikulum ini sangat praktis, mudah disusun, mudah digabungkan dengan tipelainnya
Kurikulum subjek akademis ini merupakan kurikulum yang mengutamakan isi (subject matter). Kurikulum ini berisikan kumpulan bahan ajar dan rencana pembelajaran. Target utama dari kurikulum ini adalah penguasaan materi yang sebanyak-banyaknya.

Kurikulum subjek akademik secara konsep lahir dari teori pendidikan klasikyang berorientasi pada masa,lalu dimana pengetahuan yang diberikan oleh guru adalah pengetahuan masa lalu yang harus dikuasai siswa dan guru adalah sangat dominan sebagai pemberi pengetahuan itu.Kurikulum ini sangat kental dengan nuansa intelektual ,maka sangat menekankan pada materi yang disampaikan dengan nama materi yang hamper sama dengan nama mata pelajaran atau disiplin ilmunya.
Dalam perkembanganya,kurikulum subjek akademik tidak semata hanya hanya menyampaikan materi saja,akan tetapi juga mempehatikan proses  sehingga pembelajaran dapat berlansumg sesuai dengan harapan dan tujuan.

2)      Kurikulum Humanistik
Kurikulum humanistik merupakan kurikulum yang mengutamakan proses belajar mengajar. Kurikulum dikembangkan berdasarkan kebutuhan peserta didik. Peran guru sangat besar dalam memberikan suasana belajar yang nyaman kepada peserta didiknya. Target utama dari kurikulum ini adalah mengembangkan peserta didik menjadi pribadi yang mandiri.
Kurikulum humanistic ini muncul di ilhami oleh konsepn aliran pendidikan pribadi oleh Jhon Dewey dan J.J Roessseau yang berasumsi bahwa siswa adalah pertama dan uama dalam pendidikan karena mereka memiliki kemampuan ,potensi,dan kekuatan untuk berkembang.kelompok yang mendukung konsep kurikulum humanistic ini dinamakan juga dengan kelompok humanis atau aitran humanis dimana mereka sangat concern  dengan isu-isu kemanusiaan dalam aktivitas pendidikan.
Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik, tujuan, metode,organisasi isi,dan evaluasi.kurikulum befungsi menyediakan pengalaman pengetahuan berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi murid.Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamisyang diarahkan pada pertumBuhan, integritas, dan otonori siswa. kepribadian, sikapyang sehat terhadap diri sendiri, orang lain, dan belaja yang akan Semua itumerupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yan orang lain teraktualisasi(self actualizing person). Seseorang yang mengakutalisasikan diri adalah orang yangtelah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif, estetika, maupun moral

3)      Kurikulum Rekonstruksi Sosial
Kurikulum rekonstruksi sosial merupakan kurikulum yang bertujuan mempersiapkan peserta didik agar dapat menghadapi tantangan dalam dunia kerja. Kurikulum ini menuntut sekolah untuk dapat mengembangkan kehidupan sosial siswa dan bagaimana siswa dapat bergabung atau berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
Neil menekankan bahwa kurikulum rekontruksi social berorientasikan pada pemechan masalah dalam berbagai aspek kehidupan manusia ,maka dalam hal ini pesrta didik yang telah memiliki sejumlah konsep dan pengetahuan di tentang untuk mampu menyelesaikan masalah itu baik dalam bentuk kontribusi idea tau sebagai actor yang terlibat secara lansung dalam penyelesainya.
                        Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan, ancaman, hambatan-hambatan atau gangguan-gangguan yang dihadapi manusia-Tantangan-tantangan tersebut merupakan bidang garapan studi sosial, yang perlu didekat dari bidang-bidang lain sepertiekonomi. Sosiologi pgikologi, estetika, bahkan pengetahuan alam.

4)      Kurikulum Tekhnologis
Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. Aliran ini menekankan isi kurikulum tetapidiarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi.
Suatu kompetensi yang diuraikan menjadi kompetensi yanglebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati ataudiukur.
Ciri kurikulum teknologi :
·         Tujuan.
Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensiyang dirumuskandalam bentuk perilaku. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensidirinci menjadi tujuan-tujuan khusus, yang disebut objektif atau tujuaninstruksional. Objektif ini menggambarkan perilaku, perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur.
·         Metode.
Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandangsebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan danapabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya
Pengajaran bersifat individual,tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya, dan majusesuai dengan kecepatan masing-masing. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yangharus dikerjakan secara kelompok. Setiap siswa harus menguasai secara tuntastujuan-tujuan program pengajaran. Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai beriku
Kurikulum tekhnologis ini merupakan kurikulum yang menggabungkan antara ilmu pengetahuan dengan tekhnologi (dalam artian positif). Dengan maksud agar proses pembelajaran disekolah dapat lebih efektif dan efisien dengan dukungan tekhnologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar